TimesOne – Koperasi Sibela Bintang Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) menyampaikan keprihatinan terhadap menurunnya pendapatan para pengusaha speed boat yang melayani rute Kupal–Kawasi.
Kondisi tersebut dinilai semakin berat dengan meningkatnya biaya operasional akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) serta persaingan layanan transportasi yang beroperasi di rute yang sama.
Hal itu disampaikan Ketua Koperasi Sibela Bintang Selatan, Rusmin Ra’uf biasa disapa Rocky, dalam rapat internal di hadiri seluruh anggota yang berlangsung di areal pelabuhan spead boat Desa Kupal, Kecamatan Bacan Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya keberadaan kapal cepat milik PT Harita Group yang melayani mobilitas pekerja dan kebutuhan perusahaan juga telah memberikan dampak terhadap jumlah penumpang yang menggunakan jasa speed boat milik masyarakat.
“Para pelaku usaha transportasi lokal selama ini menggantungkan mata pencaharian dari layanan penyeberangan Kupal–Kawasi. Penurunan jumlah penumpang berdampak langsung terhadap pendapatan pemilik speed boat, nahkoda dan awak kapal,”kata Rocky, Rabu (24/6/26)
Kami meminta pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, dan pihak PT Harita Group untuk duduk bersama mencari solusi yang adil bagi semua pihak.
“Transportasi masyarakat lokal harus tetap mendapat ruang untuk berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar,”sambungnya.
Koperasi Sibela Bintang Selatan meminta adanya evaluasi terhadap sistem transportasi yang beroperasi di wilayah pelabuhan Kupal–Kawasi agar terciptanya keseimbangan, kebutuhan operasional perusahaan Harita dan keberlangsungan usaha transportasi milik masyarakat.
“Apabila aspirasi dan permohonan dialog tersebut tidak mendapatkan tanggapan yang memadai, Koperasi Sibela Bintang Selatan akan mempertimbangkan langkah-langkah penyampaian aspirasi secara resmi,”tegasnya.
“Tentunya secara damai sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Termasuk penyampaian pendapat di depan umum kepada pihak-pihak terkait,”tambanya lagi.
Ia berharap Pemda Halsel dapat segera memfasilitasi pertemuan antara pelaku usaha transportasi masyarakat dan pihak perusahaan guna mencari solusi terbaik yang menjaga stabilitas ekonomi masyarakat sekaligus mendukung iklim investasi di Kabupaten Halmahera Selatan.
“Kami tidak menolak investasi maupun kegiatan usaha yang ada di daerah ini. Yang kami perjuangkan adalah keberlangsungan usaha masyarakat lokal agar tetap dapat hidup dan berkembang di tanahnya sendiri,”pungkasnya.|Red




![Kepala Balai Kebun Percontohan [IP2PIS] Bacan | Hardin La Abu](https://timesone.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261005_163307-225x129.jpg)

