TimesOne.id – Proyek pengembangan kawasan strategis ekonomi Kota Labuha, Bacan Halamhera Selatan (Halsel) yang dikerjakan PT Cimendang Sakti Kontrakindo kembali menjadi sorotan.
Pekerjaan yang telah dinyatakan Provisional Hand Over (PHO) diduga mengalami banyak persoalan di lapangan, mulai dari kualitas bangunan, lampu jalan yang tidak berfungsi, hingga tunggakan pembayaran air yang mencapai kurang lebih Rp15 juta.
Ketua DPD Partai NasDem Halsel, Akmal Ibrahim, menilai proyek tersebut terkesan dikerjakan secara asal-asalan demi mengejar keuntungan semata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Banyak pekerjaan yang sudah PHO tapi bermasalah. Lampu jalan tidak berfungsi, kualitas bangunan dipertanyakan. Dan ada kewajiban pembayaran air yang sampai sekarang belum diselesaikan,”terang Akmal, Minggu (28/6/26)
Menurutnya, air yang digunakan selama pekerjaan taman memakai air sekretariat. Namun setelah proyek selesai, pihak rekanan disebut meninggalkan lokasi tanpa menyelesaikan kewajiban pembayaran.
“Kurang lebih ada Rp15 juta biaya air yang belum dibayar sampai sekarang,”bebernya.
Terpisah, Direkut PT Cimendang Sakti Kontrakindo, Suherman biasa disapa Oman saat dihubungi media menjelaskan. Pembayaran proyek awalnya berjalan lancar namun, dalam lima bulan terakhir dirinya mengaku sudah digantikan oleh kerabatnya namanya Acun, yang menangani bagian bendahara.
“Bayaran di waktu saya lancar. Tapi di lima bulan terakhir saya sudah digantikan dengan saudara Acun sebagai bendahara. Di situ dia putus,”akuhnya sembari menutup.




![Kepala Balai Kebun Percontohan [IP2PIS] Bacan | Hardin La Abu](https://timesone.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261005_163307-225x129.jpg)

